Sang penyemangat, ia insan yang diciptakan dalam sebuah kehidupan. Tercatat dalam sebuah memoriku, bahwa dia adalah sebab atas landasanku menjadi seorang jurnalis. Setidaknya terjadi jutaan peristiwa yang telah dilewati. Berawal dari perkenalan hingga menjadi sebuah perbincangan. Aku tidak pernah meperdulikan siapa dia, yang terpenting adalah, dia menjadi penopang dalam duniaku. Dia ibaratkan Fakta dalam pemberitaan, memberikan bukti kuat dalam heidupan. Berita bukanlah opini semata berita membutuhkan fakta, begitupun aku, butuh dia sebagai fakta dalam realita.
Dari sang penyemengat untuk sang jurnalis.

Wouw, kerrenn
ReplyDelete